Selasa, 13 Agustus 2019

Mengisi Kemerdekaan dengan Mengembangkan Diri

Banyak cara untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan kemerdekaan, salah satunya adalah mengembangkan potensi diri sehingga bisa berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan. Apa yang dilakukan oleh Tanoto Scholars ini contohnya. Di waktu liburan semester yang panjang, mereka manfaatkan dengan mengasah diri melalui program kepemimpinan di luar negeri.

View this post on Instagram

Been attending a summer retreat program in New York and Vermont for these past 2 weeks. Learn a lot about several organizations that make great impacts in the community they served and also globally; about how to first being self-aware in leadership; about gender identity and its impact on our social projects; about managing mental health issues; and most of all about vision planning for project management. Learn not only from the sessions but also from the small conversation that we shared among each other. These people are incredibly humble, understanding, and accepting. Feel blessed to meet them. Thanks, MCW Global for such a great opportunity! Thanks for the knowledge, network, and experience! Will surely keep this 10 days for a lifetime! And also thank you for Tanoto Foundation that keeps supporting me in being a great leader! #mcwylp #mcwglobal #menjaditeladan #tanotoscholar #tanotofounfation

A post shared by Melinda Mastan (@mastanmelinda) on

Adalah Melinda Mastan, Tanoto Scholars dari Universitas Indonesia. Pada 23 Juli-1 Agustus 2019, ia  mengikuti program Young Leaders Access (YLA) di New York, Amerika Serikat. Dalam kegiatan ini, Melinda belajar banyak hal mengenai kepemimpinan dan mengelola proyek sosial.

“Saya beruntung menjadi peserta program TELADAN biasa disebut Tanoto Scholar karena banyak kegiatan bermanfaat yang saya dapatkan, misalnya, mengikuti leadership workshop hingga membuat proyek sosial bersama Tanoto Scholar lain. Yang terbaru, saya mendapat dukungan Tanoto Foundation untuk mengikuti program Young Leaders Access (YLA) di New York, Amerika Serikat,”

Melinda.

Untuk bisa terpilih menjadi peserta YLA 2019, Melinda yang mengambil jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini, mengirimkan esai tentang masalah stunting di Indonesia dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka stunting tersebut.

Tahap selanjutnya, Melinda harus mengikuti tes yang sangat menantang yaitu survei lapangan. Ia melakukan wawancara dengan masyarakat yang berpotensi terdampak stunting. Untuk itu, ia mewawancarai orangtua dan guru PAUD di daerah Pademangan, Jakarta Utara. Ternyata banyak dari mereka tidak mengerti mengenai stunting dan dampaknya bagi perkembangan anak. Tahap terakhir seleksi, Melinda harus mempresentasikan survei lapangan melalui video conference. Setelah melewati tiga tahap seleksi, akhirnya namanya masuk sebagai salah satu peserta YLA. Bersama 28 peserta lain dari 20 negara. Mereka adalah orang-orang terpilih karena jumlah pendaftar mencapai 3.000 orang.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal kepemimpinan bagi saya, tetapi  juga belajar banyak tentang manajemen proyek. Saya juga bisa membangun jejaring dengan peserta dari negara-negara lain,” kata Melinda.

SMU Global Summer Programme

Tak hanya Melinda, enam Tanoto Scholars lainnya juga berkesempatan menimba ilmu di institusi global. Leon Vin dan Sanchia Amaraldari Institut Teknologi Bandung, Dufeldip Kaur dari Universitas Sumatera Utara, Muktabar dan Hanabeni Desta dari Universitas Gadjah Mada, dan Samuel Herin dari Universitas Hasanuddin baru saja menyelesaikan Singapore Management University Global Summer Programme, 3-26 Juli 2019.

SMU Global Summer Programme merupakan program pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh SMU yang bekerja sama dengan 200 institusi pendidikan dari seluruh dunia. Berikut kesan-kesan dari para Tanoto Scholars.

 

Leon Vin, Institut Teknologi Bandung

Program ini memberikan pengalaman baru. Saya mendapatkan pengetahuan di luar bidang saya yaitu teknik. Dalam pelatihan ini saya mendapatkan ilmu baru yaitu manajemen, ekonomi, dan korelasinya dengan Smart City Singapura. Saya senang bisa bertemu dengan banyak orang hebat dari berbagai negara.

Dufeldip Kaur, Universitas Sumatera Utara

Saya memanfaatkan program ini sebagai ajang untuk memperluas jejaring karena diikuti oleh 200 peserta dari 31 negara. Selain itu saya juga ingin melakukan pengembangan diri. Salah satu momen paling berkesan adalah bisa bertemu dengan Dr. Kevin Cheong, pakar pariwisata Singapura. Saya jadi tahu bagaimana Singapura bisa mengembangkan pariwisata untuk menarik wisatawan mancanegara.

Muktabar, Universitas Gadjah Mada

Global Summer Programme merupakan kegiatan yang sangat menarik. Kami diajak untuk memikirkan permasalahan terkini yang dihadapi dunia. Kunjungan ke Urban Redevelopment Authority sangat berkesan karena saya bisa melihat bagaimana Singapura membuat konsep pembangunan yang sangat detail, terencana, dan berkelanjutan. Program ini juga menginspirasi saya untuk melanjutkan kuliah dan bekerja di luar negeri.

Sanchia Amaral, Institut Teknologi Bandung

Kegiatan yang saya ikuti di Singapura memberikan pelajaran sangat berharga. Pertama, saya jadi memahami masyarakat multikultural Singapura. Kedua, saya bisa mengikuti company visit ke kantor Google, di mana kami diberi pertanyaan “mengapa saya luar biasa”. Dari pertanyaan sederhana tersebut, saya lebih bisa memahami potensi diri. Ternyata masing-masing orang memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi luar biasa.

Samuel Herin, Universitas Hasanuddin

View this post on Instagram

#tanotoscholars #menjadiTELADAN #smusummer

A post shared by samueldenyherin (@denison1998) on

Saya mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Saya bertemu dengan seorang narasumber yang bekerja di perusahaan startup unicorn dan mendapatkan wawasan baru yang sangat berkesan yaitu tentang critical thinking dan problem solving sebagai skill yang harus dimiliki di era industri 4.0. Saya akan mengasah dua skill tersebut agar siap menghadapi dunia industri mutakhir.

Hanabeni Desta, Universitas Gadjah Mada

Kegiatan ini sangat menyenangkan karena saya bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya. Kegiatan paling berkesan bagi saya adalah saat mengikuti kelas The Legal Environment of Business yang sangat pas dengan studi saya di jurusan Hukum. Di kelas ini saya diajar profesor yang sangat interaktif dan diajari bagaimana bekerja sama dalam tim untuk mengerjakan group project.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments

Erda Rahmayanti Sitinjak - September 23, 2019

Saya belum menjadi peserta Tanoto foundation, tapi uraian-uraian dari beberapa peserta Tanoto, membuat saya yakin dan sangat ingin bergabung menjadi peserta Tanoto :). Saya juga ingin berkontribusi bagi negara ini.