Selasa, 19 Januari 2021

Daun Petai Cina untuk Belajar tentang Konsep Pengolahan Data

Pembelajaran daring yang sekarang tengah berlangsung di Indonesia bukanlah tanpa hambatan. Tetapi tentu tidak boleh menjadi alasan menurunnya mutu pembelajaran. Bagaimanapun siswa harus bisa tetap belajar meski dengan alat bantu sederhana yang ada di lingkungan mereka.

Hal itulah yang mendasari pembelajaran Matematika dengan alat bantu yang unik dan menarik di kelas VI SDN 1 Puguh, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Alat tersebut adalah setangkai daun petai cina (Leucaena leucocephala) atau lamtoro. Alat bantu pembelajaran ini digunakan dalam rangka mengenalkan konsep pengolahan data.

“Alasan pertama adalah mudah didapat di sekitar lingkungan rumah siswa khususnya di Pegandon. Alasan kedua, berdasarkan asas kebermanfaatan, setangkai daun petai cina mampu merefleksikan jumlah frekuensi dan nilai dalam pembelajaran pengolahan data,” kata Muhchamad Haris Tarmidi, guru Kelas VI SDN 1 Puguh menjelaskan alasan daun petai cina dipilih menjadi alat bantu pembelajaran.

Haris yang juga fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation ini menceritakan bagaimana penggunaan daun petai cina dalam belajar matematika ini.

Mula-mula dia meminta siswa mencari setangkai daun petai cina. Setelah itu siswa diminta menghitung jumlah daun pada setiap sulurnya. Data yang didapat pada setiap sulur mereka tulis terlebih dulu di buku tulis masing-masing. Setelah semua jumlah daun pada setiap sulur dihitung, siswa diminta membuat tabel yang terdiri atas nilai, turus, dan frekuensi.

“Pada kolom nilai, mereka isi dengan jumlah daun di setiap sulurnya. Pada kolom turus, mereka isi dengan banyak daun yang berjumlah sama. Di mana setiap satu data pada kolom turus diberi tanda dengan satu coretan ke bawah. Sedangkan pada kolom frekuensi, diisi dengan jumlah turus menggunakan angka latin,” jelasnya.

Haris juga memberikan alternatif belajar dengan daun ini.

Menurutnya, daun petai cina juga bisa digunakan sebagai alat bantu pembelajaran statistika di SD seperti menemukan nilai tengah (median), nilai yang paling sering muncul (modus), dan nilai rata-rata (mean).

Artikel ini pertama kali tayang di Tribunjateng.com dengan judul “Uniknya Adaptasi Belajar di Rumah, Siswa SDN 1 Puguh Kendal Gunakan Daun Petai Cina“.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments