Rabu, 14 November 2018

Cegah Stunting untuk Generasi Masa depan yang Berkualitas

Survei Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan angka stunting di Indonesia adalah 30,8%. Artinya, 3 dari 10 anak-anak Indonesia di bawah 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan, tak hanya fisik tapi juga otaknya. Angka tersebut cukup besar, mengingat batas toleransi suatu negara  adalah 20%. Untuk mengurangi dan mencegah stunting, diperlukan sinergi dari seluruh komponen masyarakat. Untuk itu, Tanoto Foundation, organisasi filantropi yang didirkan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, menaruh kepedulian terhadap masalah stunting tersebut.

“Salah satu komitmen kami adalah mendukung pengembangan dan pendidikan anak usia dini secara holistik dan integratif. Target kami berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di Indonesia menjadi kurang dari 20% pada tahun 2030,”

Satrijo Tanudjojo, CEO Global Tanoto Foundation.

Sebagai salah satu upaya, Tanoto Foundation bekerja sama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menggelar Pelatihan Duta Cegah Stunting di Cianjur, Jawa Barat, 8 – 9 November 2018. Ini adalah kemitraan multi-pihak, di mana KSP dan TNP2K memfasilitasi Tanoto Foundation untuk menjalin  kemitraan dengan empat Organisasi Masyarakt Sipil (CSO), yaitu Save The Children, Indonesia Heritage Foundation, Kopernik,  dan Lazismu. Keempat organisasi ini akan menjadi mitra lapangan yang menjalankan program pencegahan stunting di masyarakat hingga ke tingkat posyandu.

“Mulai tahun 2018 ini, strategi Tanoto Foundation dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting adalah berkontribusi untuk tercapainya Tujuan SDGs, khususnya Tujuan 2.2 (Mengurangi Balita kurang gizi dengan pemberian makanan yang bernutrisi, layanan kesehatan dan perilaku sehat) dan Tujuan 4.2 ( Meningkatkan persentase anak di bawah usia 6 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan layanan PAUD berkualitas sehingga siap untuk masuk ke pendidikan dasar).Untuk itu, kami menyambut baik kemitraan dengan pihak-pihak yang mempunyai misi yang sama dalam pencegahan stunting,”

Satrijo Tanudjojo.

Pelatihan Duta Cegah Stunting tersebut diikuti lebih dari 500 kader Posyandu di Cianjur. Diharapkan event ini menjadi perintis terjalinnya kemitraan antar organisasi dalam menanggulangi stunting. Juga menjadi langkah awal untuk upaya-upaya selanjutnya untuk melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments