Selasa, 25 Juni 2019

Raih Predikat Lulusan Terbaik, Tiga Tanoto Scholars Berbagi Strategi Jitu

Bagi mahasiswa, menyelesaikan masa studi dengan predikat ‘wisudawan terbaik’ bukan hanya hal yang membanggakan secara personal namun juga pencapaian yang mengharumkan nama baik keluarga, jurusan dan program studi.

Kebanggaan tersebutlah yang dirasakan oleh tiga Tanoto Scholars yang menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara (USU): Dufeldip Kaur, Agatha Yosephine Situmorang, dan Maria Fitry Lumban Tobing.

Menempuh perkuliahan di jurusan yang berbeda-beda, ketiga Tanoto Scholars ini memiliki strategi masing-masing dalam mempertahankan prestasi akademis, disamping menempa diri dalam berbagai kegiatan organisasi. Bagi para lulusan terbaik ini, menjadi penerima beasiswa Tanoto Foundation memberikan banyak kesempatan yang sangat signifikan dalam mempelajari soft skill yang tidak mereka dapatkan dari bangku perkuliahan.

Simak kisah inspiratif mereka di bawah ini:

Dufeldip Kaur – Ilmu Komunikasi

Lulus dengan IPK 3,92 menepatkan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi ini sebagai salah satu wisudawati terbaik USU. Bagi Dufeldip, momen membanggakan ketika mendengar nama orang tuanya disebut oleh rektor sebagai penghargaan terhadap lulusan terbaik telah genap membayar jerih payahnya untuk mempertahankan prestasi akademis di tengah padatnya kegiatan berorganisasi.

Menjabat sebagai ketua Tanoto Scholar Association (TSA) Medan dan aktif mengajar di sela perkuliahan, Dufeldip selalu menerapkan strategi jitu untuk menyeimbangkan perkuliahan dan kegiatan lainnya. Mencatat setiap jadwal dalam buku agenda merupakan salah satu trik yang memudahkannya dalam mengatur waktu agar setiap kegiatan berjalan lancar. Untuk mempertahankan nilai mata kuliah agar selalu memuaskan, Dufeldip selalu mengerjakan setiap tugas perkuliahan sesegera mungkin, walaupun tenggat waktu yang diberikan masih lama. Strategi ini memberikan keleluasaan baginya untuk dapat merevisi kembali setiap tugas agar hasilnya selalu maksimal. Hal yang tidak kalah penting adalah untuk selalu menghitung kebutuhan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk mencapai target lulus tepat waktu.

Sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation, bantuan finansial yang diterima Dufeldip pun sangat menunjang kebutuhan akademisnya. Dufeldip memanfaatkan beasiswa yang ia terima untuk membeli buku penunjang mata kuliah agar ia dapat mempelajari setiap materi perkuliahan dengan baik. Keahliannya dalam mengelola waktu dan jadwal kegiatan juga didapat Dufeldip dari pelatihan yang diadakan oleh Tanoto Foundation.

“Pengembangan soft skill yang saya dapatkan dari pelatihan Tanoto Foundation tidak hanya berguna bagi kehidupan perkuliahan saya tapi juga bekal berharga agar saya bisa menjadi pemimpin di masa depan.”

Agatha Yosephine Situmorang – Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Bagi Agatha, menjadi wisudawati terbaik merupakan kesan yang tidak ternilai harganya. Menjadi perwakilan fakultas yang namanya dipanggil pertama kali untuk berjabat tangan dengan rektor bukanlah kesempatan yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Namun pencapaian tersebut tidaklah didapatkan dengan mudah.

Berhasil lulus dengan IPK 3,8, selama masa perkuliahan Agatha tidak pernah absen masuk kelas, kecuali jika ia berhalangan karena sakit. Ia pun berupaya semaksimal mungkin agar tidak pernah mengulang mata perkuliahan agar target menyelesaikan studi selama 3 tahun 6 bulan dapat terpenuhi. Jurusnya adalah dengan menguasai keterampilan mengelola waktu yang banyak ia dapatkan dari pelatihan Tanoto Foundation.

Pengalamannya sebagai Tanoto Scholar memberikan banyak andil untuk mengembangkan kemampuan  kepemimpinan, public speaking dan membantunya melatih nilai-nilai fundamental seperti disiplin dan tanggung jawab. Berbagai pelajaran berharga itu didapatnya ketika ia berkesempatan menjadi koordinator Divisi Minat dan Bakat di Tanoto Scholar Association (TSA) cabang Medan, Sumatera Utara. Ia pun pernah menjabat sebagai anggota Steering Committee dan mengepalai proyek public speaking dalam kegiatan TSA Medan.

“Saya mendapatkan pengalaman yang terbaik dari Tanoto Foundation. Saya bangga menjadi Tanoto Scholar.”

Maria Fitry Lumban Tobing – Ilmu Budaya Sastra Inggris

Selalu mengutamakan kepentingan akademis disamping aktif berorganisasi dan kerja paruh waktu merupakan formula yang diterapkan Maria hingga menjadi salah satu Tanoto Scholar dengan predikat lulusan terbaik. Kemampuan mengelola waktu yang baik merupakan salah satu modal dasar bagi Maria untuk dapat menjalankan berbagai kegiatan dengan hasil yang maksimal. Mahasiswi yang lulus dengan IPK 3,93 ini pun mengungkapkan bahwa menjadi bagian dari Tanoto Foundation merupakan aspek penting yang selalu mendorongnya mengembangkan soft skill di luar ilmu akademis.

Mulai dari bantuan finansial hingga berbagai pelatihan pengembangan keterampilan yang ia dapatkan selama menjadi bagian dari TSA, Maria menikmati proses yang ia jalani sebagai mahasiswi penerima beasiswa Tanoto Foundation. Maria pun bercerita bahwa saat pertama kali menerima beasiswa Tanoto Foundation, ia tidak pernah menyangka bahwa ia juga akan dibekali berbagai hal penting yang akan mendukung masa depannya.

“Saya merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation. Sangat yakin beasiswa ini akan membantu banyak anak muda lainnya untuk dapat mengembangkan kemampuan leadership yang sangat penting di masa depan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *