Rabu, 19 Juni 2019

Ide dari Tanoto Foundation Mengantar Tanoto Scholars Universitas Brawijaya Juara di Malaysia

Awal Mei 2019, Tim SMAOTHER dari Universitas Brawijaya, Malang memenangkan medali emas kategori aplikasi edukasi dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kami membuat aplikasi edukasi pencegahan stunting yang kami beri nama yang sama dengan nama tim yaitu SMAOTHER (Smart Mother).

Tim kami terdiri dari delapan orang, tiga di antaranya adalah Tanoto Scholars Universitas Brawijaya yaitu Adam Syarif Hidayatullah, Ismelia Novitasari, dan saya sendiri Arini Dina Yasmin.

Ide pembuatan SMAOTHER salah satunya berasal dari Tanoto Foundation. Saat mengikuti kegiatan pelatihan Tanoto Foundation, kami mendengarkan pemaparan program Tanoto Foundation untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, salah satunya adalah pencegahan stunting.

Setelah kami mencari informasi mengenai stunting lebih dalam, ternyata masalah ini sangat serius dan kompleks di Indonesia. Jumlah penderita stunting di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar 2018 dari Kementerian Kesehatan jumlahnya masih cukup tinggi yaitu sekitar 30,8 persen.

Hal inilah yang mendasari kami akhirnya membuat aplikasi edukasi pencegahan stunting. Kami ingin ikut terlibat dan berbuat sesuatu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Proses pembuatan aplikasi ini berlangsung sekitar dua bulan mulai Maret 2019. Perlu kerja keras untuk menyelesaikan aplikasi ini. Masing-masing anggota tim memiliki peran untuk membangun aplikasi mulai dari pengumpulan data, pembuatan konten,hingga teknis pembuatan aplikasi itu sendiri.

Tidak jarang kami harus bekerja hingga larut. Mendekati tenggat waktu bahkan kami harus bekerja hingga subuh. Sejak mengawali proyek ini kami memang sudah bertekad akan mendermakan waktu dan pikiran untuk membuat sesuatu yang bisa bermanfaat bagi bangsa. Sebagai anak muda, kami merasa harus terlibat dan menawarkan solusi. Tidak boleh hanya berpangku tangan.

Aplikasi ini memiliki beberapa fitur. Pertama, berisi informasi edukasi tentang stunting. Kedua, fitur pemantau perkembangan kehamilan, perkembangan janin, dan perkembangan bayi hingga 1000 hari pertama kelahiran. Ketiga, berisi berita dan tips tentang kesehatan ibu dan anak.

Keempat, fitur Lapor Kader, yaitu data ibu hamil dan perkembangan anak yang bisa dikirimkan ke posyandu terdekat. Kelima, fitur Rumpi Sehat, yaitu forum tempat ibu-ibu bisa berbagi pengalaman kehamilan dan pengasuhan anak.

Kami merasa bangga, usaha dan solusi yang kami tawarkan ternyata mendapat apresiasi di forum regional. WYIE sendiri diikuti oleh peserta dari 11 negara yaitu Malaysia, Indonesia, Saudi Arabia, Hongkong, Laos, Qatar, Vietnam, Australia, Taiwan, Tiongkok, dan Maladewa.

Kami berencana mengembangkan SMAOTHER ke jenjang yang lebih tinggi yaitu menjadikannya sebagai aplikasi untuk publik yang bisa digunakan di telepon pintar. Kami berharap langkah kecil ini bisa membantu pemerintah dalam mencegah stunting di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh Arini Dina Yasmin, Tanoto Scholars dari Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *